Jumat, 08 September 2017

Ketika 3gp Menyatukan 2 Hati

Ada jutaan cara bersatunya dua hati anak manusia. Mulai dari yang paling umum seperti pertemuan tidak sengaja di suatu tempat. Atau yang absurd seperti tumbuhnya benih cinta yang bermula dari sebuah tabrakan (ini FTV banget). Sampai bersatunya tali asmara lewat sebuah hobi yang sama, nonton misalnya.
Tidak ada yang aneh dari kalimat terakhir, semua terasa normal. Lalu bagaimana jika kalimat tersebut ditambahkan satu kata: bokep, yang kemudian menjadi ‘bersatunya tali asmara lewat sebuah hobi yang sama, nonton bokep’?

Unik? Tentu.
Mustahil? Tidak juga.
Menonton bokep bagi sebagian besar kaum laki-laki adalah sesuatu yang dianggap biasa. Mulai dari jaman nonton pake VCD sampe era 3gp seperti sekarang. Menonton bersama-sama, berbagi koleksi JAV, hingga sekedar berdebat porn star mana yang paling asoy adalah sebuah rutinitas yang kami anggap normal.
Berbeda dengan perempuan. Sebagian dari mereka memang ada yang suka nonton, namun sebagian lagi bisa dengan habis-habisan menolak tontonan yang mereka anggap busuk tersebut.
Ingatan saya mundur beberapa tahun, ketika celana abu-abu selalu saya pakai setiap hari senin sampai kamis. Ketika gombalan bapak kamu masih terasa sangat segar. Dan tentu saja, ketika segelas ale-ale masih sangat romantis untuk dinikmati bersama gebetan. Haih, miskin!
Hari itu beberapa siswa akuntansi angkatan 2013 melakukan kebiasaan ketika waktu senggang: nonton bokep di sudut kelas. Berbekal sebuah hp samsung champ dan beberapa file 3gp, kami siap menyegarkan mata.
3gp dimainkan, mata kami mengarah pada objek yang sama: sebuah video esek-esek kualitas paling rendah tapi tetap sangat menggairahkan. Maklum, ketika itu kuota internet masih sangat mahal, 10rb hanya dapat sekitar 50MB.


Agak risih memang ketika menonton 3gp bersama sekumpulan sesama laki-laki. Karena ketika birahi memuncak, lalu menengok sebelah, terlihat wajah sa*nge teman, seketika menurunkan nafsu yang tadinya berkobar.
Entah karena apa waktu itu sebagian dari kami menghentikan kegiatan nonton 3gp, sebagian lagi terus melanjutkan. Melihat jumlah siswa yang berkurang, seorang siswi menghampiri kerumunan kecil yang masih tersisa untuk ikutan nonton.

Tebak-tebakan: naik naik apa yang dikejar-kejar telor?
Ini cuma selingan, biar lucu.

Perempuan itu bernama.. ah, gak enak menyebutkan nama, saya pakai inisial saja. Inisialnya EK (baca: Eka), dia adalah perempuan berbeda, perempuan pendobrak prasangka hanya kaum laki-laki saja yang suka nonton bokep. EK ikut nimbrung, bahkan request porn star yang ingin dia tonton. Sang pemilik hp, katakanlah namanya Sugiono. Eh, gak enak ding namanya. Gimana kalo namanya ‘Ngkod? Ok, kita sepakati namanya ‘Ngkod.
Di sela-sela nonton 3gp tersebut, EK mencecar ‘Ngkod dengan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mudah dijawab oleh ‘Ngkod, seperti “eh itu yang cewek namanya siapa?”,”kamu downloadnya di mana?”,”panjang kamu berapa?”
EK terkesima terhadap ketangkasan ‘Ngkod menjawab cecaran pertanyaannya, setelah video yang mereka tonton sudah habis, mereka melanjutkannya dengan sharing yang mana temanya masih sama dengan apa yang mereka tonton sebelumnya.
Kalimat demi kalimat mengalir dua arah, pertanyaan selalu bersambut jawaban, kekaguman satu sama lain terlihat. Hari itu, benih cinta tumbuh di antara mereka.
Tidak ingin momen tersebut hilang begitu saja, keduanya saling bertukar nomor handphone. Ini penting agar mereka tetap bisa mengobrol atau sekedar haha-hihi ketika jarak sedang tidak memungkinkan.
Beberapa hari berselang, hasrat menyukai satu sama lain tidak juga surut, mereka akhirnya memutuskan untuk pacaran. Bahkan, ketika tulisan ini saya ketik, mereka masih tetap mencintai satu sama lain. Duh, so sweet, euy.
*
Pikiran saya iseng. Mengingat tentang mereka selalu saja memunculkan pertanyaan seperti “tiap kali anniversary apa yang mereka kenang? Bokepkah?”, “ketika ditanya kali pertama mereka saling mengenal, apa yang akan mereka jawab?”,”kalo lagi berduaan, ngapain aja?” dan pertanyaan-pertanyaan lain yang saya rasa tidak sopan untuk dituliskan di sini.
Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab oleh mereka berdua. Saya bahkan hanya bisa menerka jawaban mereka. Cuma pake kalimat ‘kira-kira.. bla bla bla’.
Yang saya tahu, cinta tidak melulu bermula dari kejadian menyebalkan seperti ditabrak cowok ganteng nan kaya. Tapi cinta bisa datang dari sesuatu yang sangat sederhana. Sesederhana 3gp.

Jadi, ayo nonton 3gp!
No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts