Ada jutaan cara bersatunya dua
hati anak manusia. Mulai dari yang paling umum seperti pertemuan tidak sengaja
di suatu tempat. Atau yang absurd seperti tumbuhnya benih cinta yang bermula
dari sebuah tabrakan (ini FTV banget). Sampai bersatunya tali asmara lewat
sebuah hobi yang sama, nonton misalnya.
Tidak ada yang aneh dari kalimat
terakhir, semua terasa normal. Lalu bagaimana jika kalimat tersebut ditambahkan
satu kata: bokep, yang kemudian menjadi ‘bersatunya tali asmara lewat sebuah
hobi yang sama, nonton bokep’?
Unik? Tentu.
Mustahil? Tidak juga.
Menonton bokep bagi sebagian
besar kaum laki-laki adalah sesuatu yang dianggap biasa. Mulai dari jaman
nonton pake VCD sampe era 3gp seperti sekarang. Menonton bersama-sama, berbagi
koleksi JAV, hingga sekedar berdebat porn star mana yang paling asoy adalah sebuah rutinitas yang kami
anggap normal.
Berbeda dengan perempuan. Sebagian
dari mereka memang ada yang suka nonton, namun sebagian lagi bisa dengan
habis-habisan menolak tontonan yang mereka anggap busuk tersebut.
Ingatan saya mundur beberapa
tahun, ketika celana abu-abu selalu saya pakai setiap hari senin sampai kamis. Ketika
gombalan bapak kamu masih terasa sangat segar. Dan tentu saja, ketika segelas
ale-ale masih sangat romantis untuk dinikmati bersama gebetan. Haih, miskin!
Hari itu beberapa siswa akuntansi
angkatan 2013 melakukan kebiasaan ketika waktu senggang: nonton bokep di sudut
kelas. Berbekal sebuah hp samsung champ dan beberapa file 3gp, kami siap
menyegarkan mata.
3gp dimainkan, mata kami mengarah
pada objek yang sama: sebuah video esek-esek kualitas paling rendah tapi tetap sangat
menggairahkan. Maklum, ketika itu kuota internet masih sangat mahal, 10rb hanya
dapat sekitar 50MB.
Agak risih memang ketika menonton
3gp bersama sekumpulan sesama laki-laki. Karena ketika birahi memuncak, lalu
menengok sebelah, terlihat wajah sa*nge teman, seketika menurunkan nafsu yang
tadinya berkobar.
Entah karena apa waktu itu
sebagian dari kami menghentikan kegiatan nonton 3gp, sebagian lagi terus
melanjutkan. Melihat jumlah siswa yang berkurang, seorang siswi menghampiri
kerumunan kecil yang masih tersisa untuk ikutan nonton.
Tebak-tebakan: naik naik apa yang dikejar-kejar telor?
Ini cuma selingan,
biar lucu.
Perempuan itu bernama.. ah, gak
enak menyebutkan nama, saya pakai inisial saja. Inisialnya EK (baca: Eka), dia
adalah perempuan berbeda, perempuan pendobrak prasangka hanya kaum laki-laki saja yang suka nonton bokep. EK ikut
nimbrung, bahkan request porn star yang ingin dia tonton. Sang pemilik hp, katakanlah
namanya Sugiono. Eh, gak enak ding namanya. Gimana kalo namanya ‘Ngkod? Ok,
kita sepakati namanya ‘Ngkod.
Di sela-sela nonton 3gp tersebut,
EK mencecar ‘Ngkod dengan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mudah dijawab oleh ‘Ngkod,
seperti “eh itu yang cewek namanya siapa?”,”kamu downloadnya di mana?”,”panjang
kamu berapa?”
EK terkesima terhadap ketangkasan
‘Ngkod menjawab cecaran pertanyaannya, setelah video yang mereka tonton sudah
habis, mereka melanjutkannya dengan sharing yang mana temanya masih sama dengan
apa yang mereka tonton sebelumnya.
Kalimat demi kalimat mengalir dua
arah, pertanyaan selalu bersambut jawaban, kekaguman satu sama lain terlihat. Hari
itu, benih cinta tumbuh di antara mereka.
Tidak ingin momen tersebut hilang
begitu saja, keduanya saling bertukar nomor handphone. Ini penting agar mereka
tetap bisa mengobrol atau sekedar haha-hihi ketika jarak sedang tidak
memungkinkan.
Beberapa hari berselang, hasrat
menyukai satu sama lain tidak juga surut, mereka akhirnya memutuskan untuk
pacaran. Bahkan, ketika tulisan ini saya ketik, mereka masih tetap mencintai
satu sama lain. Duh, so sweet, euy.
*
Pikiran saya iseng. Mengingat
tentang mereka selalu saja memunculkan pertanyaan seperti “tiap kali anniversary apa yang mereka kenang? Bokepkah?”, “ketika ditanya
kali pertama mereka saling mengenal, apa yang akan mereka jawab?”,”kalo lagi
berduaan, ngapain aja?” dan pertanyaan-pertanyaan lain yang saya rasa tidak
sopan untuk dituliskan di sini.
Mungkin pertanyaan-pertanyaan
tersebut hanya bisa dijawab oleh mereka berdua. Saya bahkan hanya bisa menerka
jawaban mereka. Cuma pake kalimat ‘kira-kira.. bla bla bla’.
Yang saya tahu, cinta tidak melulu
bermula dari kejadian menyebalkan seperti ditabrak cowok ganteng nan kaya. Tapi
cinta bisa datang dari sesuatu yang sangat sederhana. Sesederhana 3gp.
Jadi, ayo nonton 3gp!
No comments

0 komentar:
Posting Komentar