Biasanya gue mendengarkan mulai dari jam 10 malam.
Suatu ketika, gue mendengar program
curhat tengah malam di salah satu radio Jakarta. Si penelpon bilang kalau dia
sedang rindu sama mantan pacarnya tapi gengsi kalau bilang langsung. Lalu si
penelpon request lagu Jasson Mraz yang judulnya i’m yours, katanya lagu
tersebut adalah lagu kenangan mereka berdua sewaktu masih pacaran, dia berharap
mantannya dengerin lalu kemudian setidaknya mengenang masa-masa indah mereka
dulu.
Sayang, si penyiar radio tidak
mengindahkan permintaan si penelpon, alasannya kuat: program yang dia bawakan
hanya memutar lagu-lagu dari musisi Indonesia.
Si penelpon kecewa, tapi dengan
cekatan si penyiar menawarkan lagu lain sebagai alternatif.
“gimana kalau lagu Lyla yang mantan
kekasih aja, Mbak?”
Terdengar suara tarikan nafas si
penelpon, dia meng-iyakan dengan (mungkin) terpaksa, karena memang sudah
tanggung curhat.
Lagu mantan kekasih dari Lyla
diputar. Gue merenung.
*
Jaman gue remaja, setelah acara MTV
yang tamat, media untuk update info musik ngehits terbaru selain dahsyat adalah
mendengarkan radio.
Hampir setiap sore sambil menunggu teman-teman yang lain
datang ke lapangan bola, kami biasanya mendengarkan radio menggunakan
handphone.
Tak jarang beberapa teman gue request
lagu dan titip salam buat gebetannya. Waktu itu masih SMP, gue merasa hal itu
adalah norak.
Lalu pada akhirnya hal yang gue
anggap norak sebelumnya itu gue lakukan juga gara-gara naksir cewek.
Di antara teman-teman seumuran, gue
mungkin adalah orang yang telat baligh.
Ada beberapa temen gue yang udah suka
sama cewek ketika masih SD. Di era itu, gue masih disibukan dengan agenda adu
ikan cupang.
Ketika kelas 1 sampai 2 SMP,
laki-laki dan perempuan dipisah. Teman-teman gue sudah mulai membicarakan
tentang cewek. Gue masih membicarakan tips trik biar bisa menang balapan
tamiya.
Barulah pada kelas 3 SMP, tahun 2009,
laki-laki dan perempuan dicampur.
Pada tahun itu, gue mulai suka sama
cewek. Waktu itu gue suka sama temen sekalas gue, sebut saja namanya Winda.
Salah satu cewek paling cantik di sekolah.
Gue melakukan pendekatan dengan
berbagai modus, diantaranya ngerjain PR bareng. Apapun pendekatan yang gue
lakukan semata-mata untuk mengenal dia lebih jauh.
Singkat waktu, kami jadi sering
ngobrol. Baik ngobrol langsung setiap jam istirahat maupun via telepon ketika
di rumah. Karenanya gue jadi tahu kalau dia suka warna merah, suka batagor pake
sukro, dan dia gak suka cowok yang suka jilat upilnya sendiri. Sederhananya,
kami sudah saling mengenal.
“lo suka band apa?” tanya dia.
“ST 12” jawab gue. Lalu kemudian dia
menertawakan gue.
“selera musik lo gitu amat. Norak.”
Katanya terkekeh.
Gue gak ngerti kenapa dia gak suka
ST12, padahal pada saat itu lagunya yang berjudul cari pacar lagi sedang
ngehits. Semua orang suka ST12.
“emang lo suka band apa?” tanya gue.
“banyak. Greenday, Oasis.. apa lagi
ya..” katanya sambil mencoba mengingat nama-nama band kesukaannya. “tapi
sekarang gue lagi suka banget sama lagunya Jasson Mraz yang i’m yours.”
“Oh ya?”
“Iya, tiap sore gue dengerin radio.”
Setelahnya gue selalu mendengarkan
radio dengan seksama. Berharap si penyair memutarkan lagu i’m yours. Sialnya
lagu tersebut tak pernah diputar ketika gue sedang mendengarkan (atau mungkin
gue salah pilih channel).
Puncak dari sebuah pendekatan adalah
mengutarakan. Saat itu adalah kali pertama gue naksir cewek, keberanian
mengutarakan isi hati masih nol. Cemen banget.
Gue bukan tanpa usaha, pernah gue mau
bilang langsung, tapi mendadak tegang, lalu akhirnya gagal. Lalu mencoba dengan
cara paling aman: nembak via SMS.
Gue mengetik kalimat yang sesuai dan
gak norak, setelah selesai gue periksa lagi, lalu gue hapus karena gue rasa
jelek. Gue mengetik lagi, lalu hapus lagi. Gitu terus. Ribet. Padahal kalimat
intinya sederhana: “aku suka kamu.”
Pada akhirnya rencana nembak via SMS
juga gagal.
Lalu gue kepikiran buat request ke
radio lalu kesukaan si Winda. Siangnya, gue memastikan radio mana yang sering
dia dengarkan. Gue lupa nama radionya, yang jelas dia bilang akan mendengarkan
sore itu.
Sore itu, dengan deg-degan gue
menelpon untuk request lagu.
“halo dengan siapa di mana?” kata si
penyiar.
Gue tegang, sekaligus malu kalo harus
pake nama beneran, takutnya temen-temen gue lagi dengerin terus dicie-cie-in.
Gue memutuskan menggunakan inisial.
“Dengan NR di Pandeglang.”
“Ok, mbak NR di Pandeglang, mau
request lagu apa?”
Lho kok ‘mbak’ sih, pikir gue.
“Saya bukan mbak-mbak.” Jawab gue.
“Mohon maaf, Ibu.. mau request lagu
apa?”
Karena memang waktu itu suara gue
masih cempreng akhirnya gue pasrah disebut ibu.
“saya mau request lagu Jasson Mraz,
im yours. Sekalian titip salam buat temen saya, Winda. Lagu ini lagu
kesukaannya dia.” Kata gue.
Si penyiar memutar lagu tersebut. Gue
lega dan bahagia.
Gue langsung kirim SMS si Winda,
“dengerin radio sekarang.” Tapi gak ada balesan, mau telpon pulsa sudah
terambil habis.
Besoknya di sekolah dia nanya tentang
SMS gue.
“Kemaren ada apa di radio?”
“Ada lagu kesukaan lo, im yours.”
“Oh gitu..”
“Emang lo gak dengerin radio?”
“Enggak. Kemaren Papah beli laptop,
gue ke warnet deh download lagu. Lebih enak daripada dengerin di radio, bisa
muter lagu berulang-ulang, radio mah untung-untungan.”
Shit!

0 komentar:
Posting Komentar