Salah satu hal yang paling sering terpikirkan di benak seorang fresh graduate adalah “apakah keterampilan dan pengetahuan yang saya dapatkan di akademi sudah cukup sebagai bekal saya untuk bersaing di dunia kerja?”
Pertanyaan itu muncul berulang-ulang, bahkan sejak masih menempuh pendidikan formal.
Saya merasakan hal yang sama. Pada tahun 2020, ketika baru lulus kuliah, pertanyaan seperti itu muncul berulang-ulang, bahkan sukses bikin jengkel.
Lalu iseng-iseng sambil ngarep saya mencoba daftar program Kartu Prakerja. Alhamdulillah, setelah beberapa kali gagal, di percobaan ke-5 saya berhasil lolos.
Pencarian pelatihanpun dimulai. Selain mencari kelas yang sesuai minat dan skill yang ingin diupgrade, hal terpenting yang perlu diperhatikan ketika mencari kelas adalah integritas platform pelatihan tersebut. Untuk yang segala hal yang saya anggap poin penting tersebut dengan mudah saya temukan di Skill Academy by Ruang Guru.
Yang special dari Skill Academy adalah para mentornya yang semuanya adalah professional di bidangnya masing-masing. Seperti kata orang tua, “memilih guru jangan asal-asalan, nanti nyasar.”
Untuk kelas yang saya ambil jumlahnya lumayan banyak. Bukan satu, bukan dua, tapi enam. Kenapa banyak? Ya karena saya butuh.
Dimulai dari kelas Teknik Storytelling & Creative Writing Untuk Non-fiksi, yang mana kelas yang saya incar karena hobi saya. Lalu diikuti dengan kelas-kelas bisnis dan karir yang mana semuanya akan bermanfaat untuk saya. Untuk lengkapnya kamu bias lihat semua sertifikat saya di gambar ini.
Lalu untuk kursus online favorit? Hmmm.. Sangat sulit. Tapi kalau harus memilih satu dari semuanya , kelas favorit saya adalah kelas yangv pertama, Storytelling yang dimentori oleh Meutia Azzura.
Yang saya suka dari Skill Academy adalah video materi yang dibuat dengan durasi yang sesuai di kisaran 5 menitan. Dengan durasi segitu, konsentrasi memahami materi tidak akan goyah, dan tetap fokus sehingga ilmu dapat diserap dengan maksimal.
Hal lain yang menyenangkan adalah bahwa Skill Academy bias dikases memlaui berbagai perangkat, melalui web broser maupun aplikasi. Saya bisa belajar ketika di warung kopi dengan menggunakan smartphone, di waktu lainnya saya bisa menggunakan laptop sambil rebahan untuk menonton video pelatihan Skill Academy.
Lalu apakah isi materi dari Skill Academy sama saja dengan konten-konten di youtube?
Tentu tidak.
Kualitasnya jauh berbeda dengan konten-konten youtube dan lainnya. Hal yang jadi pembeda adalah kualitas. Dengan para professional sebagai pemateri, materi di Skill Academy terjamin keabsahannya, bukan yang asal comot sana-sini tanpa referensi yang jelas.
*
Lalu, mari kita bicara
soal manfaat Skill Academy.
Selain bisa meredam kekalutan soal masa depan dengan kemampuan kurang, Skill Academy memberikan kepercayaan. Kelas-kelas yang sudah saya ambil jadi semacam bekal berharga untuk berkompetisi di dunia kerja.
Tahun lalu saya hanya fresh graduate yang tidak pede-an. Ketika mengingat kemampuan diri sendiri lalu membandingkannya dengan orang lain langsung membuat nyali saya ciut.
Setelah menyelesaikan kelas-kelas Skill Academy, jiwa petarung itu muncul. Saya jadi berani diadu karena bekal materi dirasa sudah cukup.
Kini saya bekerja sebagai freelacer di bidang kepenulisan. Selain itu, saya juga berwirausaha dengan menjual madu dan beberapa camilan khas sunda: rangginang, opak, kicimpring, dll.
*
Masa depan memang selalu memukau dengan berbagai misterinya. “Mau jadi apa?” atau “bagaimana nanti?” selalu jadi kalimat yang mungkin akan muncul di benak setiap orang.
Yang perlu kita lakukan hanyalah menjadi berani untuk terus melangkah maju, bukan berhenti di tempat untuk merenungi pertanyaan “nanti gimana?” dan pertanyaan negative lainnya.
Dunia terus berputar, kalau kamu berhenti, kamu bakal tertinggal.
Dengan bekal dari Skill Academy, masa depan cerah itu mulai terlihat. Tinggal kita terus berani melangkah maju untuk mewujudkan hari esok yang diharapkan.
No comments



0 komentar:
Posting Komentar